Info?

Sistem poin, disiplinkan Santri MAS Sahid Pamijahan Bogor

Santri MAS Sahid Saat di Ruang Kelas

MAS Sahid Pamijahan Bogor menerapkan sistem poin dalam mendisiplinkan para santri. Point santri menjadi salah satu syarat untuk dapat mengikuti kegiatan yang dilakukan di dalam maupun di luar Pesantren.

H. Asnan Purba, Lc., M.Pd.I. selaku Kepala MAS Sahid menetapkan standar poin 250 bagi para santri pada awal tahun pelajaran. Santri wajib menjaga poin masing-masing hingga akhir masa pendidikan di MAS Sahid.
Bagi santri yang berprestasi dan menjaga disiplin akan mendapat reward berupa penambahan poin, sebaliknya bagi santri yang melakukan pelanggaran akan mendapat punishment atau sanksi yang berupa pengurangan poin serta pembinaan khusus dari Guru BK yang kita kenal dengan remedial poin.
Poin bisa berkurang disebabkankan oleh pelanggaran-pelanggaran seperti terlambat mengikuti KBM, tidak seragam, kabur, pacaran, merokok, tidak jamaah dan berbagai pelanggaran lainnya.
Bagi santri yang poinnya kurang dari 250 tidak diperkenankan mengikuti kegiatan seperti perlombaan yang diikuti di luar pesantren, tidak bisa mengikuti Penilaian Akhir Semester, UN, tidak berhak menjadi pengurus OSIS, MPK dan Ambalan sehingga mereka tuntas melakukan remedial poin.
Seluruh data tentang perkembangan poin santri baik prestasi maupun pelanggaran santri terdata oleh Guru BK dengan baik. Dari pelanggaran kecil seperti kuku jari-jari santri yang panjang, sampai pelanggaran ketidakhadiran santri di kelaspun dipastikan terdata dengan baik dan detail.
Sementara prestasi sekecil membawakan alat-alat pembelajaran guru seperti proyektor dan laptop-pun tercatat dengan rapi. Itulah gambaran bahwa MA Sahid sangat memperhatikan disiplin santri, bukti bahwa koordinasi para Ustadz dan Ustadzah penghuni Gunung Menyan ini sangat kooperatif dalam melayani santri.
Keharmonisan antara pihak Asrama yang dipimpin Kepala Asrama dan Murobby-murobbiyah dan MAS Sahidpun terjaga denga baik, dengan wujud dibentuknya group WhatsApp (WA) “Walas dan Murobby” yang di-komando-i oleh Kepala Madrasah H. Asnan Purba Lc., M.Pd.I. yang beranggotakan Kepala Asrama, Murobby-murobbiyah, jajaran Wakil Kepala Madrasah, staf TU, para Wali Kelas dan seluruh Wali Murid tiap jenjang MAS Sahid.
Langkah Kepala Madrasah yang akrab dipanggil Ustadz Asnan ini dibilang cukup berani. “Berani benar ini Ustadz Asnan, seluruh Wali Santri dikoordinir dalam satu grup WhatsApp, siap bener menghadapi kritik pedas dari semua pihak tuh”. Kesan salah satu Ustadz yang baru bergabung di MAS Sahid.
Ditemui usai shalat Dzuhur dengan tegas dan gamblang menyampaikan “Tujuan dibuat group WA untuk untuk memudahkan silaturrahmi dengan Wali Santri dan akses informasi serta konfirmasi pelayanan yang tidak sesuai dapat segera diantisipasi, lebih mudah untuk konsolidasi dan perbaikan yang cepat sesuai dengan motto kerja di MAS Sahid yaitu AKTIF, KREATIF dan AMANAH”, Jelas H. Asnan. [MAS SAHID] AR-afi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *