Fieldtrip Santri MTs Sahid Ke TMII

Seperti yang kita ketahui selain melakukan aktivitas belajar di kelas, terdapat juga madrasah yang menerapkan konsep studi lapangan atau biasanya kami menyebutnya Rihlah Tarbiyah . Rihlah Tarbiyah merupakan program tahunan Madrasah Tsanawiyah Sahid, selain itu menjadi wadah bagi para santri untuk menambah pengetahuan dan wawasan mereka tentang pelajaran yang di ajarkan selain di madrasah.Sahid Ke TMII

Rihlah Tarbiyah menjadi hal yang paling ditunggu oleh para santri karna selain melakukan wisata para santri tentunya bisa belajar di luar . Tahun ini kami melakukan rihlah tarbiyah ke Taman Mini Indonesia Indah(TMII) pada tanggal 28 februari 2019, para santri di ajak untuk mengunjungi beberapa tempat yang ada di TMII diantara Bayt Al Quran dan Museum Istiqlal tempat untuk menapaki peradaban islam dan sejarah mushaf –mushaf Al-Qur’an yang ada di nusantara dan dunia,Anjungan Daerah, kemudian di PP-IPTEK santri melakukan eksplorasi alat peraga science dan perkembangan teknologi, terakhir kami ke Snowbay water park untuk melepas lelah.

Pertama kami mengunjungi Bayt Al Quran dan Museum Istiqlal disini kami ajak santri untuk dapat belajar sejarah tentang hasil kebudayaan Islam di Indonesia serta mengenalkan karya-karya unggulan para ulama dan intelektual muslim Nusantara sejak abad ke-17 sampai ke-20 yang bernilai historis, Warisan budaya berupa mushaf, manuskrip Al-Qur’an, arsitektur, seni rupa Islami yang memiliki keindahan yang tak ternilai.

Ruang pamer Bayt Al-Qur’an menghadirkan beragam seni mushaf dari dalam dan luar negeri, disini begitu tampak antusias para santri untuk mengisi Lembar studi yang sudah disiapkan terlebih dahulu. Rasa ingin tahu yang sangat kuat membuat para santri tak lelah menelusuri bayt Al-qur’an

Jika di ruang Bayt AL-Qur’an menyimpan koleksi Mushaf dari dalam dan luar negeri beda halnya dengan ruang peraga museum Istiqlal yang menyimpan dan menampilkan benda-benda budaya yang telah berabad-abad usianya, menembus peradaban suku, bahasa, daerah dan adat-istiadat di Indonesia.

Di harapkan setelah mengunjungi Bayt Al-Qur’an dan Museum Istiqlal para santri Pesantren Sahid dapat meningkatkan pengetahuannya tentang sejarah agama islam dan perjuangan para ulama di indonesia, serta dapat mengenal objek pelajaran secara langsung, karna dirasa sangat penting dengan melihat objek pelajaran tersebut, siswa akan lebih mudah memahami pelajaran dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Setelah mengunjungi Bayt Al-Qur’an dan Museum Istiqlal tempat berikutnya yang kami kunjungi adalah Anjungan Daerah , di Anjungan Daerah santri diajak untuk mengenal kearifan lokal budaya bangsa yang di presentasikan melalui rumah adat yang bercirikan seni arsitektur tradisional dari beberapa propinsi yang ada di indonesia.

Mempelajari budaya Indonesia tak mesti datang ke setiap propinsinya. Di taman mini tersedia beragam budaya yang dapat dipelajari untuk menambah pengetahuan santri mengenai kekayaan lokal Indonesia
Menjelajahi anjungan menjadi salah satu kegiatan yang membuat para santri senang, karna setiap anjungannya memamerkan rumah adat dari daerah yang ada di Indonesia , pakaian adat tradisional, alat musik, senjata khas, serta peralatan rumah tangga tangga di digunakan sehari-hari. Namun karna terbatasnya waktu kami hanya mengunjungi tiga anjungan saja yakni Anjungan DKI Jakarta, Anjungan Jawa Barat dan Anjungan Lampung.

Dengan mengenalkan kearifan lokal Indonesia harapan nya santri MTS SAHID dapat melestarikan kebudayaan dan mencintai keanekaragamana budaya yang ada di Indonesia, karna melihat perkembangan zaman seperti sekarang ini banyak budaya asing yang masuk ke indonesia dan menggerus kebudayaan lokal yang ada.
Sebagai generasi penerus bangsa para santri harus bisa menjadi pionner penyelemat budaya sendiri, belajar mengenal budaya lokal bukan berarti kuno, belajar melestarikan budaya berarti ikut serta memperthankan identitas negara kita yang sesungguhnya.

Setelah para santri melakukan eksplosrasi di Bayt Al-Qur’dan dan anjungan, tempat ke tiga yang kami kunjungi adalah PP-IPTEK, museum sarana pembelajaran yang menumbuh kembangkan budaya ilmu pengetahuan dan teknologi secara mudah, menghibur, berkesan dan kreatif. Disini para santri bisa mencoba banyak alat peraga science.

Begitu tampak antusias para santri untuk mencoba alat peraga yang tersedia di PP-IPTEK dan semuanya begitu tampak senang. Semoga Rihlah Tarbiyah ini menjadi sarana bagi para santri untuk bisa meningkatkan pengetahuan, wawasan dan menjadi pengalaman yang menyenangkan selama mondok di pesantren sahid, Insya Allah ilmu yang di dapat berkah | br

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *